K-Pop: Industri & Devisa Negara

Mengeruk triliunan dollar setiap tahun dengan memproduksi boyband dan girlband, k-pop menjadi salah satu sumber devisa terbesar korea selatan.

Masih bicara K-Pop, kita akui jika virus dari negeri ginseng ini betul-betul menjadi satu wabah epidemik yang menyebar secara cepat bagaikan asap tertiup angin. Virus ini bukan saja mempengaruhi sendi-sendi musik Indonesia, melainkan juga fesyen hingga bisnis entertainment-nya.

Musik K-Pop berakar dari musik yang memadukan antara lagu dan tarian, sebetulnya lagu-lagu Bollywood sudah lebih dulu mempopulerkan, hanya saja tidak mengena dihati remaja. Sementara dari negri Paman Sam sendiri, musik-musik seperti ini sudah ada sejak era 90-an yaitu dengan munculnya New Kids On The Block yang sangat fenomenal.

Gaya-gaya Boyband dengan personil ganteng dan suara “merdu” sudah lebih dulu diusung boyband asal Amerika. Virus dari negeri Paman Sam ini sebetulnya abadi, karena kita akui, secara kualitas, boyband asal Amrik memang memiliki talenta dalam hal tarik suara. Jadi, selain tampang cakep, suara juga ciamik. Untuk girl band-nya sendiri kita tahu jika member girl band itu terdiri dari diva-diva dengan kualitas suara yang tidak diragukan, contohnya adalah Spice Girl.

Di Indonesia, virus boyband-pun sempat muncul dan mendapatkan tempat yang cukup layak dihati pendengar. Kita ambil contoh boyband ME, Cool Color, Trio Libels, FBI, kemudian ada girlband BENING dan beberapa boyband/girlband yang sempat dikenal dimasa lalu.

Jika kita bicara trendsetter, kita bicara Amerika. Mereka adalah trendsetter dalam segala hal, bahkan K-Pop pun menerapkan seratus persen gaya boy/girlband Amerika. Tapi apa yang membedakan antara American Pop dengan Korean Pop? mengapa Korean Pop mempunyai efek yang lebih menggila daripada American Pop?. Bukankah unsur-unsur yang dimiliki sama? Cowok ganteng, cewek cantik, body atletis, sixpack, sexy dan banya unsur-unsur lain yang kurang lebih sama.?

Penulis sedikit men-discover penyebab dan impact dari kedua jenis musik pop tersebut. Ternyata ada beberapa perbedaan yang cukup signifikan antara American Pop dan Korean Pop dimana perbedaan ini memiliki dampak yang berbeda terhadap fans dan pendengarnya.

AMERICAN POP
American Pop, lahir murni dikarenakan era Romantisme yang melanda Amerika. Era Romantisme adalah suatu era dimana segala sesuatu harus memiliki cerita (roman), artinya cara pandang terhadap suatu hubungan sosial kadang dilebih-lebihkan seperti sebuah cerita novel. Ekspresi dan persepsi terhadap suatu persoalan yang datang kadang dibumbui dengan roman-roman yang mereka ciptakan sendiri.

Romantisme ini kebanyakan menjangkiti remaja-remaja Amerika. Romantisme ini secara struktural melahirkan apa yang disebut Favoritisme, yaitu keinginan untuk menjadi pribadi yang menonjol dan diakui oleh lingkup sosialnya. Hal ini menyebabkan mereka memaksimalkan semua hal yang berhubungan dengan aktifitas sosial mereka. Olahraga, Seni, bahkan Ilmu Eksakta menjadi ajang favoritisme. Keinginan untuk menjadi menonjol yang tinggi seolah membuat semua hal harus di “tangani” secara kreatif.

Kita ambil contoh dalam bidang olah raga, seorang olahragawan Baseball, Basketball atau Football memiliki strata level lebih tinggi dibanding cabang atletik atau cabang lain baik secara honor maupun perlakuan. Itulah favoritisme!.

Kembali ke musik dan boy/girlband, dikarenakan unsur favoritisme ini, maka musik yang dibawakan juga lebih Personalize, lebih menyiratkan kepribadian. Hal ini tercermin dari kreatifitas mereka dalam menggabungkan musik mereka dengan unsur-unsur lain. Musik mereka boleh dikatakan merupakan ungkapan ekspresi dan idealisme pribadi walaupun jalur mereka adalah tetap mainstream.

Ketika masuk ke pasar Indonesia, pertama yang dikenal dari mereka adalah segi entertainment-nya yaitu “keterpesonaan” atas “penampilan” mereka baik melalui Video Clip maupun Stage Performance. Karena pada dasarnya boyband/girlband ini memang memiliki dasar yang kuat dari segi kualitas lagu dan kualitas suara, musik mereka bisa diterima secara NATURAL oleh masyarakat Indonesia.

Dari lirik-lirik lagu mereka sendiri-pun bisa diterima karena masih menggunakan bahasa yang dimengerti oleh masyarakat Indonesia, sehingga yang mendengar mengerti akan makna lagu yang dibawakan. Disini sisi emosional dari fans mereka pun terbangun secara naluriah. Hal ini membuat American Pop menjadi musik yang Easy Listening.

KOREAN POP
Sebagai perpanjangan dari musik yang sudah ada, Korean Pop cukup berhasil menempatkan posisi mereka sebagai negara yang diperhitungkan dalam hal Music Entertainment. Tampilnya PSY dan SNSD di Madisson Square Garden, New York yang merupakan tempat konser jawara-jawara musik dan musisi-musisi kelas dunia, pengakuan dari majalah Rolling Sone dan bahkan BBC World-pun “ikutan” membahas soal K-Pop Music Industry ini cukup membuktikan eksistensi mereka diterima di publik musik Amerika.

Pada saat NKOTB melejit, di Korea juga ada Seo Taiji & Boys yang merupakan generasi pertama Korean Pop boyband yang paling terkenal di Korea Selatan. Seo Taiji&Boys masih berkiblat kepada boyband Amrik yaitu kesan macho dan keren-nya adalah American Taste. Dari mulai cara berpakaian hingga penampilan wajah mereka. Sebagai follower, tentu tidak akan mampu bersaing dengan trendsetter, hali ini membuat K-Pop tidak terlalu dikenal diindustri musik dunia.

K-Pop kini, boleh dikatakan hasil kerja keras para talent agency yang menjual talent-talent mereka lewat internet dengan meng-upload video-video clip seperti di Youtube, di promosikan lewat Facebook dan Twitter secara simultan. Proses rekruitmen penyanyi-penyanyi ini juga dilakukan sejak dini dari usia 9 sampai 11 tahun.

Dari kecil, mereka sudah dijejali dengan koreografi tari, musik dan bahasa asing. Mereka memang sejak kecil sudah dipersiapkan menjadi seorang entertainer. Sejak kecil, mereka sudah melewati era-era robotic scene dimana hidup mereka semua diatur bagai robot.Ketika mereka sudah menjadi dewasa, mereka sudah siap untuk menghasikan uang untuk para “Orang Tua” asuh yang sudah spent money “membesarkan” mereka.

Jadi, K-Pop ini adalah menjadi murni lahan bisnis dan merupakan alat mendongkrak tingkat ekonomi nasional Korea Selatan. Tercatat industri K-Pop ini sudah membukukan pemasukan/devisa terhadap Korea Selatan sebanyak USD $ 3.5 Trillyun setiap tahunnya! Jumlah pemasukan negara yang sangat besar. Tidak heran jika Korea Selatan serius menggarap industri musiknya.

Bukti keseriusan lain adalah, pada setiap tahunnya, 60 boyband dan girlband baru ”diproduksi” dan  selama tahun 2011, di Korea Selatan sejumlah 700-an album dari boyband/girlband ini dirilis dan distribusikan,belum dihitung selama tahun 2012! bisa anda bayangkan, ada berapa banyak boyband/girlband di korea? seberapa sering mereka merilis sebuah album? luar biasa produktif.

Jadi, anda tidak perlu heran, kenapa virus K-Pop ini lebih mendalam daripada virus boyband Amerika. Bahkan salah satu syarat menjadi K-Pop singer adalah “merevisi” wajah mereka dengan operasi plastik agar terlihat sempurna tanpa cacat. Anda bisa bandingkan dengan Seo Taiji & Boys yang muncul dengan “tampang standar”. Korean Pop dengan representasi boyband dan girlband dengan bentuk fisik bagaikan komik manga ini tentu membuat target market mereka senang dan semakin tergila-gila.

Impact pada musik Indonesia sendiri cukup besar. Tercatat beberapa girlband Indonesia lahir karena fenomena K-Pop ini, sebut saja Cherry Belle dan  Seven Icon. Terlepas dari soal kualitas, yang pasti, kehadiran girlband-girlband ini mampu mencuri perhatian publik musik remaja.

Remaja adalah pasar potensial untuk dibidik olehpara pebisnis. Masa muda bagi para remaja adalah masa-masa membuktikan diri dan membangun eksistensi.

Jika Korea Selatan bahkan serius dalam menggarap pasar musik untuk meningkatkan devisa bagaimana dengan Indonesia? akankah akan selalu menjadi follower? [Adw]

Share this:

Related Post

Neurologis Korea Neologis korea yang berhubungan dengan fashion dan gaya hidup high class di seoul’s gangnam district. Gangnam Style, selama beberapa bulan terakhir me...
Fenomena batu-batuan Batu Akik. Batu ini jaman dahulu hanya dipakai oleh orang-orang tua dengan alasan yang bermacam-macam. Dari mulai alasan keindahan hingga alasan magis...
Tips Membeli Mobil Cara Kredit. Masa ini, mobil bukan lagi merupakan kebutuhan luxury. Kebutuhan akan mobil sepertinya menjadi kebutuhn primer. Hal ini dimanfaatkan oleh dealer-deale...
Mazda 2 Skyactiv: Sporty dan Gaya Sekilas melihat mobil ini, mungkin tidak akan melihat bedanya dengan mobil-mobil hatchback lain. Tetapi, bagi penggemar otomotif yang "melek" style, m...
Beriklan on line vs off line (1) Akhir-akhir ini, kita melihat perkembangan media online sangat pesat baik itu yang muncul dari lembaga bisnis resmi (corporate) maupun yang muncul dar...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *