How To Start (4): Kalkulasi modal Anda

Pada dasarnya, tujuan melakukan suatu kegiatan usaha adalah untuk memperoleh keuntungan. Keuntungan disini berarti suatu nilai dalam bentuk material seperti uang/kekayaan.

Dalam bisnis Multilevel, kesehatan dan kemakmuran merupakan tujuan utama. Untuk mencapai kesehatan, sebagai member juga  mengonsumsi produk-produk dari perusahaan MLM yang diikuti. Untuk mencapai kemakmuran, seorang member harus menjalankan bisnisnya. Baik untuk mengonsumsi produk atau menjalankan bisnis MLM, keduanya memerlukan modal dasar.

Modal dasar adalah sangat penting, karena dengan modal dasar yang cukup dalam artian modal dasar yang tersedia sesuai dengan kapasitas usahanya, hal tersebut memungkinkan bagi seorang member untuk beroperasi dengan se-ekonomis mungkin. Kebutuhan modal dasar perlu diperhitungkan secara cermat dan tepat, sehingga seorang member dapat mengalokasikan modal kerja secara baik dan tepat, dalam arti menggunakannya secara efektif dan efisien.

Jika seorang member ingin mencapai kesehatan dan kemakmuran, maka membuat kerangka modal dasar berdasarkan asas pertimbangan manajemen keuangan. Bagaimana kita mengalokasikan modal yang kita miliki secara efisien dan maksimal untuk mencapai tujuan bisnis.

Jika Anda menggabungkan tujuan kesehatan dengan tujuan kemakmuran, maka Anda harus mengelompokan tujuan kesehatan sebagai beban. Hal ini dimaksudkan untuk menghitung berapa besar rate of return Anda.

Sebelumnya, mari kita lihat elemen-elemen apa yang ada dalam mulai menjalankan suatu bisnis.

Beban. Adalah jumlah yang harus Anda keluarkan secara reguler selama Anda menjalankan bisnis ini diluar investasi. Anda dapat mengelompokannya dari perkiraan biaya transportasi, akomodasi, pembelian produk untuk konsumsi sendiri dan biaya lain non-investasi.

Kas. Adalah uang tunai maupun simpanan yang tersedia direkening bank. Kas ini adalah modal dasar Anda untuk membiayai operasional bisnis Anda. Jumlahnya harus seimbang dengan target yang Anda canangkan. [lihat defining your goal]

Investasi. Adalah jumlah pembelanjaan Anda. Anda melakukan suatu pembelian untuk persediaan yang akan Anda jual kepada konsumen Anda. Jumlah persediaan harus seimbang dengan jumlah kas Anda. Dalam bisnis HDI, Anda sebetulnya tidak perlu untuk menumpuk persediaan. Tetapi, jika Anda memiliki konsumen yang banyak dan memerlukan produk dengan cepat, Anda dapat menumpuk persediaan sesuai dengan kemampuan Anda.

Piutang. Adalah jika Anda memiliki keinginan untuk memberikan hutang/kredit kepada konsumen Anda. Yang harus hati-hati dalam piutang adalah, Anda harus selalu mengontrol kemampuan kas Anda. Sebab jika tidak, Anda akan terjebak dalam kerugian dan kredit macet. Piutang masih dikelompokan sebagai biaya dan belum dianggap sebagai pendapatan.

Pendapatan. Adalah total jumlah kotor (gros income) yang Anda peroleh dari menjalankan bisnis tersebut. Jumlah ini belum dikurangi beban, investasi atau piutang jika ada.

Perlu diingat bahwa antara Beban + Investasi + Piutang HARUS seimbang dengan Kas. Sementara nilai rate of return akan diketahui setelah Anda menghitung berapa pendapatan Anda.

Ingat untuk selalu membuat catatan transaksi dan aktivitas Anda selama menjalankan bisnis ini, untuk mempermudah Anda memonitor aliran dana yang Anda keluarkan.[Adw]

Share this:

Related Post

Tips duplikasi dalam bisnis MLM Apa itu efek domino? Hmm...ini bukan tentang kartu walaupun yang kita bahas adalah bagaimana permainan kartu ini. Bagi para penjudi, permainan domino ...
Menghindari kerugian dalam bisnis MLM Dalam bisnis multilevel atau MLM,kerugian adalah hal yang paling sering dirasakan oleh member yang baru bergabung. Ketika mereka tidak mampu untuk men...
How To Start (1):Find your dream Menemukan mimpi Anda bukanlah hal yang mudah. Mimpi bukanlah cita-cita. Mimpi merupakan refleksi keinginan terdalam dari diri Anda. Yang Anda sangka m...
How to Start (6): Buat akun sosial media Kenapa harus memiliki akun jejaring sosial? padahal mungkin saja calon konsumen Anda tidak memilikinya? Seberapa besar  efektifitasnya terhadap bisnis...
How To Start (2):Defining your goal Tahap awal dalam menjalankan suatu bisnis, kita harus memiliki target. Apa yang ingin dicapai? dan berapa lama untuk mencapainya. Ada parameter yang k...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *