Kerja keras atau kerja cerdas?

Pada umumnya, jika mau sukses, orang harus bekerja keras. Itu moto seorang pengusaha. Tetapi kini, ada istilah baru dalam kita untuk bekerja, yaitu kerja cerdas. Ini adalah moto seorang entrpreneur.

Pertanyaannya, mana yang lebih baik? Kerja cerdas atau kerja keras. Sebelumnya, mari kita lihat, apa itu kerja keras dan apa itu kerja cerdas.

Kerja keras sering dimaknakan sebagai kerja dengan totalitas yang melebihi seharusnya. Bekerja dengan jam kerja panjang dan melakukan semua hal tanpa terkecuali. Menghabiskan waktu, tenaga dan pikiran untuk yang dikerjakan bahkan sering over busy sehingga untuk makan saja tidak sempat?  Tidak sempat berkumpul dengan keluarga? Itu ciri-ciri kerja keras yang bodoh. Mungkin dia sukses, tetapi dia tidak menikmati kesuksesan itu sebagai bagian dari hidup yang harus dirasakan dengan perasaan bahagia bersama dengan keluarga. Mungkin dia kaya, tetapi kekayaannya itu hanya tumpukan uang dibank yang tanpa makna.

Anda adalah manusia yang merupakan mahluk sosial, dan bukan robot pencetak uang atau pengumpul kekayaan. Kekurangan strategis dari konsep kerja keras adalah tidak adanya keseimbangan dalam pengaturan waktu dan prioritas.

Semantara, bagaimana konsep kerja cerdas? Kerja cerdas adalah tentang bagaimana membuat pengaturan waktu dan membuat skala prioritas. Pada masa kini ditambhakan adalah memanfaatkan tehnologi untuk memberi kemudahan dalam melakuakn pekerjaan.

Di dalam kerja cerdas, berprinsip pada berapa banyak pekerjaan yang bisa anda selesaikan dalam suatu waktu dan bukan berapa lama anda bisa kerjakan suatu pekerjaan. Disini anda akan melihat bagaimana sistem kerja cerdas jauh lebih strategis. Produktifitas bukan soal waktu yang anda habiskan untuk bekerja, melainkan berapa banyak pekerjaan penting yang bisa anda selesaikan.

Kerja cerdas mampu membuat hidup anda ada ON/OFF yaitu kapan waktu untuk bekerja dan kapan waktu untuk berhenti. Anda akan memiliki allert, dimana semua kontrol ada pada diri anda. Kerja cerdas memiliki jadwal yang pasti sehingga hidup anda lebih seimbang antara kebutuhan dalam pekerjaan dan kebutuhan kerohanian.

Anda mungkin bertanya, saya memiliki pekerjaan yang banyak! Banyak hal harus segera diselesaikan. Dalam kerja keras, anda akan melewatkan waktu untuk menyelesaikan pekerjaan tersebut. Dalam kerja cerdas, semua hal yang penting sudah diselesaikan dan hanya menyisakan pekerjaan yang dapat ditunda.

Anda dapat bekerja dalam waktu panjang tetapi hanya menyelesaikan sedikit pekerjaan. Kenapa? Karena anda merasa memiliki waktu yang panjang. Lain jika anda bekerja berorientasi dengan berapa banyak anda dapat menyelesaikan pekerjaan dengan waktu yang ditentukan. Berbeda bukan? Jadi, anda mau pilih yang mana? (ADW)

Share this:

Related Post

Ravel Djunardy: Belajar dari A-Z Ravel djunardy, nama ini tentu tidak asing lagi bagi komunitas metal dan underground. Dikenal sebagai promotor pengusung band-band cadas manca negara,...
Entrepreneur: Alternatif meningkatkan taraf hidup Entrepreneurship mewujudkan seseorang untuk berpikir, bertindak, mengidentifikasi peluang, dan mendekati masalah yang memungkinkan orang tersebut mamp...
Pencapaian Jokowi, menjadikan Indonesia sebagai ne... Sebuah negara, dapat disebut sebagai negara dengan masyarakat yang sejahtera adalah jika negara tersebut memenuhi syarat minimal 2% dari populasinya a...
Kunci Sukses =  Konsistensi Berapapun banyak buku motivasi yang Anda baca, betapapun banyaknya menonton acara motivasi, semua itu akan sia-sia jika dalam meraih sesuatu Anda hany...
Hidup juga perlu dianalisis Hidup perlu dianalisis? Perlu! Kenapa? Karena setelah Anda menganalisanya, pada saat itulah Anda melihat baik/buruk dan mana yang perlu diperbaiki ata...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *