Memperluas makna Entrepreneurship

Kita sering mendengar kata Entrepreneur, dan seketika itu juga terlintas kata pengusaha atau wirausaha atau self-employee. Banyak artikel yang membahas entrepreneurship sebatas bagaimana menjadi seorang pribadi mandiri yang mampu menggaji diri sendiri dan orang lain dengan membangun portal-portal bisnis atau membangun usaha sendiri.

Artikel tersebut membatasi ruang gerak dari Entrepreneur itu sendiri. Jiwa entrepreneur diasosiasiakan sebagai oportunis yang mampu melihat peluang. Entrepreneur hanya diartikan sebagai sesorang yang memulai bisnisnya sendiri dengan modal kreatifitas dan inovasi serta perhitungan finansial. Entrepreneur bahkan menjadi alternatif pekerjaan? Disini, entrepreneurship menjadi mengerucut pengertiannya.

Secara etimologi, memang benar entrepreneur berarti pengusaha atau wirausaha atau seseorang yang menjalankan suatu bisnis dan siap dengan risiko. Tetapi sebetulnya secara substansial, entrepreneur memiliki makna yang sangat luas dan filosofis.

ENTREPRENEUR, THE WAY HOW WE LIVE

Entrepreneurship pada dasarnya adalah cara seseorang berpikir dan bekerja. Entrepreneur adalah seseorang yang terus bertumbuh dan selalu belajar. Entrepreneur adalah seorang yang belajar dari unsur-unsur kehidupan.

Jika seseorang belajar disekolah, maka mereka menerima ilmu dahulu baru ujian. Maka, Entrepreneur adalah seseorang yang mendapatkan ujian dahulu baru mendapatkan ilmu. Persis seperti kehidupan, kita belajar dari pengalaman atau sesuatu yang sudah kita alami bukan dari literatur buku atau ilmu-ilmu yang sudah sudah ada sebelumnya seperti mata pelajaran disekolah.

Entrepreneurship adalah cara bagaimana untuk hidup dengan lebih baik, lebih terarah dan lebih memiliki tujuan serta memiliki target. Belajar entrepreneurship seperti kita mempelajari keahlian untuk hidup (Life Skills). Setiap unsur dalam entrepreneurship adalah hal simple yang sering kita anggap remeh tetapi menentukan hidup kita.

Sebagai contoh, Inisiatif. Ini adalah hal kecil yang sering kita abaikan. Dalam kehidupan entrepreneur, inisiatif adalah cara yang dipilih seorang entrepreneur untuk mencapai kesuskesan. Dengan inisiatif, banyak hal yang dapat kita capai. Jika anda seorang karyawan, inisiatif anda akan membawa anda kelevel yang lebih tinggi. Dalam entrepreneurship skills, kita akan mempelajari bagaimana menumbuhkan inisiatif ini.

Unsur-unsur penting dalam entrepreneurship, sangat bermanfaat bagi kehidupan. Anda akan terbentuk sebagai mandiri yang mampu bertahan dalam segala kondisi kehidupan, karena seorang entrepreneur terus belajar dari pengalaman, bertumbuh dan terus berkembang. Pengertian ini juga berarti bahwa entrepreneur adalah pribadi yang mampu menyelesaikan berbagai persoalan (problem solver), seorang pembelajar yang akan terus berusaha mencari hal-hal baru untuk dipelajari (kreatif dan inovatif).

Jadi, banyak sekali manfaat dari entrepreneurship skills ini. Jika anda seorang karyawan biasa, maka dengan memiliki jiwa entrepreneur anda bisa menjadi seorang leader (pemimpin) karena dalam entrepreneurship, pemimpin adalah pribadi mandiri yang pantang menyerah dan mampu membuat solusi.

PELAJARI SEJAK DINI

Belajar memang tidak mengenal usia. Umur berapapun, atau bahkan seterlambat apapun. Ada pepatah mengatakan “Better late than never”. Lebih baik terlambat daripada tidak sama sekali. Tetapi, alangkan baiknya jika menumbuhkan jiwa entrepreneur ini sejak usia kanak-kanak. Seperti kita menanam pohon, kita bisa menghasilkan pohon yang luar biasa jika kita menanamnya sendiri dari mulai dalam bentuk benih yang kita tanam hingga pohon itu besar dan menjadi pohon yang produktif berbuah.

Pohon yang produktif berbuah dan menghasilkan buah berkualitas adalah pohon yang ditanam secara baik dan dipelihara secara baik. Ketika pohon tersebut mulai tumbuh membesar, pohon tersebut tidak lagi memerlukan penanganan, karena akar yang ditanam sudah kuat membuat pohon ini tahan dari segala macam tantangan alam.

Kurang lebih seperti itu gambaran bagaimana entrepreneurship dan apa manfaatnya jika kita mempelajarnya sejak usia dini. Jika anda terpikir hal tersebut, maka anda akan berpikir untuk melatih anak-anak anda untuk belajar dan menumbuhkan jiwa entrepreneurship sejak usia mereka masih kecil.(ADW)

Share this:

Related Post

Entrepreneur: Alternatif meningkatkan taraf hidup Entrepreneurship mewujudkan seseorang untuk berpikir, bertindak, mengidentifikasi peluang, dan mendekati masalah yang memungkinkan orang tersebut mamp...
Kerja keras atau kerja cerdas? Pada umumnya, jika mau sukses, orang harus bekerja keras. Itu moto seorang pengusaha. Tetapi kini, ada istilah baru dalam kita untuk bekerja, yaitu ke...
Perfect Team Work Salah satu kunci sukses ketika menjalankan suatu bisnis adalah solid network yang hanya dapat dicapai dengan solid teamwork. Untuk mencapai solid team...
Pencapaian Jokowi, menjadikan Indonesia sebagai ne... Sebuah negara, dapat disebut sebagai negara dengan masyarakat yang sejahtera adalah jika negara tersebut memenuhi syarat minimal 2% dari populasinya a...
Beda menjual dan memasarkan Mungkin bagi sebagian orang, menjual dan memasarkan adalah hal yang sama. Tetapi, sebetulnya itu adalah dua hal yang berbeda. Adalah hal yang sangat p...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *