Most Wanted Drugs Part II – LSD

Lsd (lysergic acid diethylamide) adalah sejenis drug yang menyebabkan sesorang mengalami keadaan psikedelik (manifestasi otak) yaitu suatu kedaan dimana seseorang mengalami kesadaran lebih tinggi atau bisa kita sebut sebagai kondisi kontemplatif. Pada kondisi ini, seseorang secara sadar melihat dengan jelas bagan-bagan yang dipikirkan dalam bentuk halusinasi struktural.


Seperti seorang arsitek yang sedang merancang sebuah gedung, maka keadaan psikedelik mampu menjabarkan setiap inci dari design bangunan tersebut, terbuat dari material apa, bagaimana cara membuatnya. Penjabaran ini semua dalam bentuk halusinasi yang secara sistematis menstimulasi pusat inti saraf. LSD mempengaruhi pusat kendali tertinggi dari fungsi psikis dan intelektual dengan melakukan perubahan pada konduktivitas syaraf.

LSD ditemukan pada tahun 1938 oleh Albert Hoffman seorang ahli kimia dari sebuah perusahaan farmasi Sandoz Laboratory. LSD memiliki kode awal LSD-25 dan dijual pertama kali dengan nama Delysid. LSD dipasarkan sebagai bagian dari psikoterapi.
Pada tahun 60-an, LSD digunakan untuk terapi para alkoholik dan hasilnya cukup menakjubkan. 60% dari pecandu alkohol, setelah 6 bulan perawatan dengan LSD mengalami penurunan drastic dalam mengonsumsi alkohol, dan setelah satu tahun bahkan berhenti sama sekali dari alkohol.

Beberapa percobaan lain adalah LSD mengurangi tingkat stress dari pasien kanker yang merasa masa hidupnya segera berakhir, menjadi obat penghilang rasa sakit dan meningkatkan IQ. LSD juga memiliki kemampuan meningkatkan imajinasi dan kreatifitas. LSD, seperti obat ajaib yang mampu meningkatkan kinerja otak secara signifikan.

Seseorang tiba-tiba menjadi pintar dan cerdas dengan mengonsumsi LSD. Secara normal, otak hanya bekerja 10% sampai 20% dari kapasitasnya, sedang LSD merangsang syaraf-syaraf otak hingga otak mampu bekerja 97.3% secara instan.

Sebuah film Hollywood berjudul “Limitless” menggambarkan efek dari LSD dapat meningkatkan IQ, meningkatkan daya ingat secara luar biasa dan memiliki penalaran yang tinggi secara instan. Dalam film tersebut mereka menyebutnya sebagai NZT-48, tetapi dalam kehidupan nyata, NZT-48 adalah LSD. Beberapa efek negatif dari LSD yang sudah terjadi adalah Mental Disorder seperti munculnya rasa panik yang berlebih dan jika dikonsumsi tanpa pengawasan dokter oleh orang yang mengalami skizofrenia dan depresi akan memperburuk keadaannya.

LSD secara temporer memberi efek seperti denyut jantung meningkat, suhu tubuh naik, pupil mata membesar dan berkeringat. Sedang secara permanen belum ada data riset yang menjelaskan pengaruh jangka panjang dari LSD ini.

Jadi, amankah ganja dan LSD?

LSD-clinical-trial-bottleHingga saat ini, baik ganja dan LSD belum terbukti menyebabkan kematian atau kecanduan. Belum ada bukti yang menyebutkan kematian akibat penggunaan kedua jenis zat psikotropika ini, bahkan dimasa lalu hampir setiap unsur dari pohon ganja bisa menjadi sumber obat dan LSD sebagai solusi terapi. Hanya saja, penggunaan ganja dan LSD sebagai pengobatan sangat dibatasi dosisnya.

Ganja dan LSD, jika digunakan secara benar, baik secara temporer maupun jangka panjang belum ditemukan bukti-bukti otentik dari efek buruknya. Kedua zat ini akan menghasilkan reaksi buruk ketika dikonsumsi secara membabi buta dengan tidak memikirkan kondisi tubuh. Tetapi apapun yang dikonsumsi secara berlebihan, tentu menimbukan efek negatif bukan?

Ganja dipercayai mampu meningkatkan kreatifitas berpikir dari pemakainya. Tidak kurang musisi-musisi kenamaan lain seperti Paul Mc Cartney (The Beatles) dan Little Richard (The Rolling Stones) secara terbuka mengakui menggunakan LSD untuk membantu meningkatkan kinerja otak mereka. Bahkan raja Microsoft Bill Gates dan kreator Apple Steve Jobs pun mengakui menggunakan LSD. Mereka menganggap bahwa kinerja otak secara natural tidak mampu mencukupi kebutuhan dan tuntutan kreatifitas mereka sebagai Creative Worker. Jadi sekarang kita tahu kenapa musisi top, perupa kelas atas hingga pengusaha sukses adalah drug user.
Ganja boleh dikatakan versi ringan-nya LSD secara impact yang dihasilkan, walaupun dari segi bahan antara ganja dan LSD adalah berbeda.

Ganja adalah bahan alami sementara LSD semi sintetik. Walaupun keduanya tidak mengandung zat addictive (zat yang menyebabkan kecanduan) dan tidak menyebabkan kerusakan otak, keduanya masuk golongan Psikotropika yaitu zat yang dapat menyebabkan kelainan mental dan perilaku. Jadi jika setelah membaca dan membandingkan kerugian dan keuntungan dari ganja maupun LSD dan berminat untuk menjadi user, maka pastikan penggunaan ganja sesuai anjuran dokter, buang THC-nya, jadikan minyak dan gunakan untuk masak atau minyak urut. Dan gunakan LSD hanya ketika Anda dikejar-kejar deadline.

Tapi yang paling penting adalah ketika Anda sedang menggunakan kedua drugs tersebut………..jangan sampai tertangkap polisi. [Adw]

Share this:

Related Post

Buruh dan karyawan. Samakah? Setiap tahun, kita selalu memperingati hari buruh dan ada demo buruh. Uniknya, tidak ada hari karyawan dan tidak ada demo karyawan yang menuntut kenai...
Guitar & Sexual Appeal Buat para gitaris, berbahagialah karena ternyata, banyak wanita tertarik karena anda seorang gitaris tanpa memandang "tampang" dan "kantong". Git...
Beruntunglah yang mati muda dalam kejayaan Mungkin sedikit kasar judul di atas. Tetapi bagi beberapa orang bahkan mereka mengharap untuk mati muda dalam keadaan jaya daripada mati tua dalam kea...
Art & Cigar Sekedar refreshing, tentu kita tahu dan juga sering melihat bagaimana event-event musik mendapat support yang luar biasa dari pabrikan-pabrikan rokok....
Music Sexisme Musik bisa membantu mengubah gaya hidup menjadi lebih baik, lebih terkendali, lebih sehat dan lebih bahagia. Tetapi musik juga bisa membuat hidup sese...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *