Music Sexisme

Musik bisa membantu mengubah gaya hidup menjadi lebih baik, lebih terkendali, lebih sehat dan lebih bahagia. Tetapi musik juga bisa membuat hidup seseorang hancur berantakan!


Musik adalah suatu keajaiban. Ramuan ajaib yang berasal dari irama dan birama benda-benda yang mengeluarkan bunyi.  Musik itu seperti sihir yang bisa berbuat apa saja.

Cara kerja musik pada dasarnya adalah mengirimkan gelombang radio dan menstimulasi otak lewat indera pendengar. Tahu manfaatnya apa saja? Banyak! Percayakah kalau Musik bisa membantu penyembuhan berbagai penyakit, contohnya Kecanduan, Autisme, Phobia, Trauma, Stress, Depresi, Migrain, Hipertensi dan yang paling menarik adalah, bahwa musik sanggup meningkatkan GAIRAH SEKSUAL dan meningkatkan AKTIVITAS BERCINTA!

PILIHAN MUSIK MENENTUKAN REAKSI
Pilihan lagu sangat menentukan efek musik. Contoh sederhana, ketika kita sedang mengendarai mobil misalnya, kita mendengarkan musik dengan tempo lambat, percayakah kalau kitapun akan menjalankan mobi dengan pelan? Pernahkah mencoba menggunakan lagu dengan tempo cepat, kemudian mobil yang kita kendarai tanpa sadar melaju dengan kencang?

Pilihan lagu sangat menentukan reaksi yang dihasilkan, apakah reaksi delta atau reaksi beta. Untuk terapi seks, tentu lagu-lagu yang terdengar erotis akan membuat suasana “lebih hot”. Tanpa sadar, produksi hormon meningkat dan kualitas seks pun menjadi lebih baik.

Selain pilihan lagu, volume yang keluarpun harus sesuai sehingga otak mampu menerimanya dengan positif dan merespon secara positif.

Yang hobi jalan-jalan ketempat-tempat striptease tentu sadar banget, kalau lagu dan seks itu berkaitan erat.

HOW DOES IT’S WORK?
Menurunnya fungsi seks atau seks yang kurang terarah biasanya dikarenakan faktor psikologis. Paling banyak ketidak puasan soal seks dialami para wanita, karena wanita itu cenderung tertutup. Gak mau ngaku kalo lagi “kepingin”, atau ketika sedang “bercinta” kurang komunikatif dengan mengatakna “keadaan” yang sebenarnya, misalnya kurang puas, atau misalnya lagi belum sampai puncak atau “orgasme”.

Secara alamiah, musik sebetulnya hanya mempengaruhi secara psikologis. Ketika otak menerima gelombang dengan frekuensi tinggi rendah yang bervariasi dan dengan alur yang berbeda-beda, otak secara otomatis akan merespon gelombang tersebut dan mengirimkan informasi ke organ-organ yang lain.

Otak terdiri dari milyaran sel yang disebut neuron, setiap neuron memancarkan gelombang listrik, gelombang listik ini yang disebut gelombang otak atau Brain Wave. Dikulit kepala kita, terdapat banyak titik-titik neuron yang mempunyai fungsi berbeda namun mereka berkomunkiasi.

Ketika gelombang otak mendapat input dari luar berupa gelombang radio lewat indera pendengaran, gelombang otak merespon dengan melakukan aktifitas entah aktifitas delta atau aktifitas delta. Ini disebut stimulasi otak. Dengan stimulasi gelombang otak, seseorang bisa dibawa menuju kondisi mental tertentu yang mana dalam kondisi tersebut seseorang menjadi lebih mudah melakukan perubahan terhadap pikirannya. Dengan kata lain, stimulasi gelombang otak meningkatkan hasil pemrograman ulang pikiran bawah sadar.[Adw]

Share this:

Related Post

Epic Music: Emotional Orchestra Musik epik mempunyai kesan monumental dengan komposisi musik dengan tingkat kesulitan tertinggi. Memahami orkestra saja belum tentu langsung mampu men...
How To Start (1):Find your dream Menemukan mimpi Anda bukanlah hal yang mudah. Mimpi bukanlah cita-cita. Mimpi merupakan refleksi keinginan terdalam dari diri Anda. Yang Anda sangka m...
Beruntunglah yang mati muda dalam kejayaan Mungkin sedikit kasar judul di atas. Tetapi bagi beberapa orang bahkan mereka mengharap untuk mati muda dalam keadaan jaya daripada mati tua dalam kea...
Life Timeline Rentang waktu hidup seorang manusia pasti memiliki banyak kisah. Apakah itu berisi tentang passion, dream, intrik, politik, kesedihan atau kegembiraan...
Band Promo Package Saat ini, banyak band-band baru muncul tetapi kemudian tenggelam atau tidak ada yang mengenal. Tidak ada salahnya untuk me-review kembali strategi apa...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *