Walkie Talkies, at a glance. (part 3)

Pada post ketiga ini, kita akan membahas teknologi Push To Talk yang digunakan dalam walkie-talkie. Apa itu Push-to-talk?

Push-To-Talk atau lebih familiar dengan singkatan PTT, adalah komunikasi dua arah, terjadi pada waktu yang sesungguhnya, bersifat one-to-one (satu orang kepada satu orang) atau one-to many (atau orang kepada banyak orang). Komunkiasinya bersifat half-duplex.

Disebut Push-To-Talk atau tekan untuk bicara karena pada saat tombol ditekan, fungsinya adalah mengirimkan informasi, dan pada saat tombol tidak ditekan, maka fungsinya menerima informasi. Teknologi PTT ini sangat simpel dan mudah digunakan pada walkie-talkie. Pengguna dapat bicara dengan beberapa orang sekaligus yang terhubung dalam grupnya.

Merk yang pertama menggunakan fitur tekan untuk berbicara adalah Nokia, yang peluncurannya dilakukan di New York, Amerika Serikat dengan produknya Nokia 5140. Lalu pada Februari tahun 2004, Sony Ericsson mengeluarkan produknya yang mirip dengan fitur tekan untuk berbicara, yang lalu diikuti oleh Motorola. Layanan tekan untuk berbicara pada GSM mulai aktif di Eropa pada awal tahun 2004 yang sebelumnya telah merambah pasar Inggris dan Amerika Serikat.

Di Asia dan Eropa, PTT  beroperasi pada frekuensi 900, 1800 dan 1900 dan menyupport GSM, GPRS (General packet Radio Server) dan EDGE (Enhanced Data Rates for GSM Evolution). Sedangkan di AS, PTT beroperasi pada frekuensi 850, 1800, and 1900. Untuk pengaktifan fitur ini, caranya setiap merek seluler hampir sama, pengguna akan diminta untuk mendaftarkan sendiri dan berlangganan ke provider jaringan yang digunakan dan juga pada handset yang digunakan. Walaupun banyak sekali fitur yang ditawarkan oleh tekan untuk bicara, namun sifatnya hanya sekunder karena pada dasarnya cara kerja tetap sama, yaitu seperti walkie-talkie.

Saat ini, teknologi PTT juga diadopsi oleh telepon selular dengan basis network 3G. Dengan fungsi dan cara kerja yang sama, tetapi lingkup penerimaan sinyalnya jauh lebih luas karena memanfaatkan jaringan telepon selulkar seperti 3G, 4G dan LTE bahkan WiFi. Jika PTT pada walkie-talkie hanyalah sebatas berkomunikasi suara, maka PTT pada telepon selular atau smartphone mampu berkirim gambar dan video.

Perkembangan inilah yang membuat banyak bermunculan aplikasi komunikasi atau instant messaging (IM) pada smartphone yang menawarkan penggunaan PTT yang memanfaatkan jaringan network smartphone. Anda dengan mudah dapat men-download-nya dari toko-toko aplikasi seperti Google App Store atau Apple Store. Berbagai aplikasi PTT dengan banyak fitur yang ditawarkan. (ADW)

Share this:

Related Post

Dispatcher, at a glance. Pada artikel sebelumnya sudah disinggung soal Dispatcher dan pengertian dispatcher serta fungsi dari sistem ini. Kali ini, kita akan bahas lebih dalam...
Walkie Talkies, at a glance. (part 2) Pada post sebelumnya di sini, sudah dibahas tentang walkie-talkie secara umum. Baik sekilas sejarah maupun fungsinya. Pada post ini, kita coba melihat...
Walkie Talkies, at a glance. (part 1) Walkie-talkie, begitu alat komunikasi berbasis frekuensi radio ini disebut. Diciptakan pertama kali untuk kepentingan militer selama perang dunia kedu...
Sistem komunikasi pada industri. Jaringan komunikasi adalah masalah esensial dalam operasional industri modern. Karena masalah ini menyangkut proses kontrol dan berbagai aplikasi pabr...
Peningkatan produktifitas dengan komunikasi efisie... Setiap industri memiliki masalah yang sama, yaitu persoalan produktifitas yang sering terhambat oleh berbagai persoalan. Dari mulai kordinasi lapangan...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *